Invisible

Tidak tampak..bukan berarti tidak ada..

Wednesday, December 09, 2009

Spirit Hajar

''Jangan sekadar memutar, berdoa, dan berkeringat. Jadilah seolah Siti Hajar, lalu rasakan dan endapkan dalam dirimu spiritnya," pesan seorang sahabat melalui pesan singkatnya, beberapa hari menjelang keberangkatan saya ke Tanah Suci. Yang dia pesankan, bukan tentang ritual wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, atau melontar jumrah di Mina. Dia menekankan pada thawaf dan sai, atau rangkaian setelah lepas dari prosesi Arafah-Muzdalifah-Mina (Armina).

Mengapa Siti Hajar? Ibadah haji sesungguhnya adalah ritual yang dilakukan untuk menapak tilas dan memperingati kebesaran Nabi Ibrahim AS beserta Hajar, istrinya dan Ismail AS, anak mereka. Lebih sempit lagi, adalah penghargaan bagi Hajar, budak hitam asal Ethiopia yang menjadi istri manusia agung, Ibrahim AS, dan ibu dari anak yang berbakti, Ismail AS.

Hajar, seperti disebut pada banyak literatur, adalah simbol wanita yang teralienasi lingkungan sosialnya. Ia seorang manusia yang ditolak oleh sistem sosial di zamannya, tanpa kelas, hidup mengelana jauh dari negeri asalnya, dan sebatang kara. Ia perempuan hitam, simbol manusia kasta terendah pada eranya. Dia seorang asing yang terbuang dan dibenci.

Spirit Hajar adalah spirit perlawanan terhadap segala sekat yang membatasi dan mengungkung dirinya. Dia ibu baru Ismail adalah anak pertamanya yang tiba-tiba harus menjadi single parent di padang pasir yang tandus pula. Tak ada makanan dan pepohonan untuk berteduh. Hanya ada sekantong air yang mulai menipis, bahkan habis tak lama setelah kedatangannya, dan bayi merah buah cintanya bersama Ibrahim AS.

Perintah Allah membuat Ibrahim meninggalkannya bersama Ismail AS di sebuah lembah tandus tak berpenghuni bernama Bakkah atau Makkah. Satu-satunya 'tetangga'nya saat itu adalah sisa-sisa pondasi yang diyakini sebagai Rumah Tuhan, Baitullah.

Hajar ikhlas menerima takdirnya, tapi tidak lantas menjadi cengeng dan mengasihani diri sendiri. Ia tidak duduk termangu, menangis, dan menghujat Tuhannya. Atau mentangmentang merasa dicintai Tuhannya, maka diam terpaku menunggu keajaiban turun dari langit. Tidak demikian, saudara.

Cintanya pada Allah membawanya pasrah pada kehendak-Nya yang mutlak, tapi tanggung jawabnya sebagai ibu membuatnya harus melakukan satu langkah untuk menyelamatkan diri. Dan terlebih, anak yang menjadi titipan Tuhannya.

Maka ia berlari mencari air, sumber hidup. Benda ini sungguh menjadi barang mewah di tengah padang pasir yang tandus. Tangis bayinya menyemangati langkah bergegas kakinya.

Hingga tak sadar, ia bolak balik pada rute yang sama antara Bukit Shafa dan Marwah hanya demi menemukan setitik air. Dia dahaga, bayinya pun juga. Air susunya telah lama mengering.

Pada putaran ketujuh, ia lelah. Bayinya masih meronta. Tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh dari lembah tempat dia meninggalkan Ismail.

Dia berlari menuju anaknya, dan mendapati mata air memancar dekat buah hatinya berbaring. Ia berteriak penuh suka cita, Zummi, zummi! (berkumpullah air, berkumpul!) Di lembah gersang itu, Allah mengirimkan sumber kehidupan; air. Kelak kemudian hari, pancaran air itu menjadi sebuah sumur yang mata air-nya tak pernah kering hingga hari ini, sumur Zamzam.

Melalui Hajar, Allah seolah menyodorkan bukti bahwa sekat sosial dan gender tak ada artinya. Iman dan ketakwaan, lebih di atas segalanya. Dari seorang budak hitam, lahirlah seorang mulia. Berkat Hajar pula, lembah sunyi Bekkah menjelma menjadi sebuah kota. Budak perempuan Ethiopia itu menjadi titik mula sebuah peradaban!

Saya mengamini apa yang diungkapkan Saparinah Sadli, salah satu pendiri Komnas Perempuan, tentang Hajar. Menurutnya, keteguhan hati Siti Hajar merupakan contoh bagaimana dalam kondisi menghadapi kesulitan kehidupan, perempuan yang kerap dianggap "kurang" dibandingkan dengan laki-laki ternyata mampu bertahan dan mencari alternatif solusi, meski sendiri. Ia menjadi cermin tentang apa yang dilakukan perempuan sering kali dianggap biasa meskipun apa yang dilakukannya adalah luar biasa.
Hajar adalah sosok perempuan yang menerima keputusan Tuhan dan menghadapi cobaan hidup de ngan keteguhan hati luar biasa. Dia pejuang hak hidup manusia yang pa ling gigih yang pernah ada di zamannya.

Usai sai, saya kembali menengok ke arah Ka'bah. Kembali melihat Hijr Ismail yang penuh sesak dipadati jamaah yang melakukan shalat sunah. Pagar melengkung setinggi dada hampir tak terlihat. Di situlah perempuan luar biasa berabad lampau beristirahat dalam damai, di sisi rumah Tuhan-nya.

Ya Allah, berilah hamba hati dan semangat yang tak bertepi, seperti Hajar!

Siwi Tri Puji Budiwiyati
Republika-Jurnal Haji- Kabar dari Tanah suci-Rabu, 09 Desember 2009

Thursday, December 03, 2009

Bersama Kesulitan ada Kemudahan

Beberapa hari yang lalu 2 orang kawan SMA berkunjung ke rumah untuk ngasih undangan pernikahan, sekalian ngobrol..Seneng rasanya pas tau kehidupan salah seorang dari mereka sangat baik: mencapai kesuksesan dalam karirnya, cita-citanya untuk membahagiakan kedua orang tuanya tercapai, bahkan dia dan pasangannya sendiri yang membiayai biaya pernikahan mereka..Celetukan-celetukan mengiri sempat mewarnai perbincangan kami, tapi oleh kawanku itu diingatkan:
jangan liat enaknya aja, sebenernya sebelum kebahagiaan menghampiri ada ujian berat yang harus dihadapi..pada saat itu rasanya sedih, gamang, takut, berat&hampir hilang harapan campur jadi satu..tapi kemudian pasrah, meluruskan niat& berdoa agar pilihan yang diambil bisa membawa kepada keadaan yang lebih baik. Semua dimulai dari titik nol. Jadi kalau sekarang banyak orang yang ingin dengan kesenangan yang dia peroleh, mereka seharusnya jangan melupakan kesulitan yang harus dihadapi dan menyiapkan diri dulu untuk menghadapi kesulitan2 tersebut.
Jadi, apakah kita akan mengiri juga dengan kesulitan orang lain? Kita seringkali melupakan kesulitan dibalik kemudahan seseorang..Bukan hal yang salah mengagumi keberhasilan seseorang, tapi yang lebih utama untuk dikagumi adalah proses yang menyertai keberhasilan itu. Dibalik proses itu ada kerja keras, optimisme, kepasrahan yang menjadi energi untuk terus berusaha mencari jalan keluar dari setiap kesulitan yang dihadapi.

Dalam surat Alam Nasyrah ayat 5-6 disebutkan:
Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Dalam tafsir Al-Misbah dijelaskan: Salah satu sunnah Allah yang bersifat umum dan konsisten yaitu “setiap kesulitan pasti disertai atau disusul oleh kemudahan selama yang bersangkutan bertekad untuk menanggulanginya”. Ayat ini memesankan agar setiap orang berusaha mencari peluang pada setiap tantangan dan kesulitan yang dihadapi. Manusia dituntut untuk berusaha menemukan segi-segi positif yang dapat dimanfaatkan dari setiap kesulitan, karna bersama setiap kesulitan terdapat kemudahan.

Tuesday, November 24, 2009

Sejarah Lahirnya Athhar

Kisah ini ditulis untuk athhar, yang mungkin suatu saat akan menanyakannya

Kejadian tak terduga
Selama 8 bulan pertama mengandung kamu, alhamdulillah berjalan lancar dan sehat..Pada suatu sabtu saat kehamilan berusia 36 minggu, bunda diantar ayah ke klinik langganan untuk senam hamil&kontrol..bunda ngejalanin cek tekanan darah, timbang berat badan, dan USG. Semuanya normal, kecuali hasil USG yang nunjukin prediksi berat janin: 2,313 kg. Menurut dokter berat tersebut untuk janin usia 36 minggu itu terlalu kecil, maka bunda disarankan utk di CTG. Bunda& ayah setuju aja karna khawatir kalo ada apa-apa sama kamu. Hasil CTG selama setengah jam, menurut pengamatan bunda, nunjukin grafik denyut jantung bayi yang sebagian besar konstan datar, tapi ada satu daerah yang turun dan satu titik yang nunjukin nilai 105. Dokter mengkhawatirkan titik tersebut dan belum bisa memberikan kesimpulan apa sebabnya, maka dokter meminta untuk dilakukan CTG ulang, tapi sebelumnya bunda diminta utk makan, diinfus&diberi perlakuan oksigen terlebih dahulu..kalau masih ada titik dibawah 110 setelah diinfus, menurut dokter itu suatu kondisi yang berbahaya, bisa jadi bayi harus segera dikeluarkan. Lagi-lagi bunda dan ayah setuju. Saat akan diinfus&diberi oksigen, ayah diminta untuk menandatangani surat perjanjian yang menyatakan bersedia menanggung biaya, dan bila terjadi keadaan darurat yang membutuhkan penanganan segera, memperbolehkan dokter utk ambil tindakan..ayah tidak langsung menandatangani surat tersebut. Ayah meminta ijin utk pulang dan mendiskusikan dengan keluarga, sekalian mengambil baju&perlengkapan bunda. Ayah datang bersama rombongan besar yang terdiri dari eyang putri, opa, eyang rop&tante izza (eyang rop&tante izza ga lama disana, selain karena ditegur menuhin tempat, mereka mau ke tempat pasien, tante izza hanya memberi saran-saran). Bunda di infus selama 6 jam dengan menghabiskan 3 tabung infus. Setelah itu hasil CTG menunjukan grafik yang lebih baik (konstan), namun masih perlu dipantau, eyang putri meminta bunda utk dibawa pulang saja (eyang putri khawatir kalau dirawat disana bunda dikasih perlakuan medis macem2). Bunda disarankan kontrol lagi hari selasa/3 hari setelah hari ini. Sampai di rumah jam 10 malam. Jadi pada hari itu bunda 12 jam di klinik.melelahkan sekali..

Mencari alternatif dokter
Besoknya (hari minggu) kejadian kemarin didiskusikan, eyang putri jakarta menelpon lama untuk ngasih saran, banyak yang merasa kejadian kemarin aneh..kenapa kandungan tiba-tiba ada kelainan, kenapa bunda harus diinfus segala hanya karena anomali dari satu titik diantara banyak titik hasil CTG, dan kenapa saran yang diberikan adalah mengeluarkan bayi, padahal usia kandungan masih 36 minggu. Akhirnya diambil kesimpulan bunda harus cek ke dokter lain sebagai bandingan. Dipilihlah dokter Neilvy di RS Muhammadiyah. RS Muhammadiyah menjadi pilihan karena itu adalah RS umum yang memungkinkan dokternya punya pengalaman lebih banyak. Hari senin (2 hr dr hr sabtu) bunda diantar ayah ke RS Muhammadiyah. Hasil USG menunjukan bahwa berat kandungan adalah 3kg, normal, hanya memang bayi masih diatas, belum masuk ke saluran untuk keluar..analisis dokter bayi terlilit tali pusar, dan menurut dokter cukup banyak yang terlilit tali pusar bisa melahirkan normal..jadi ditunggu saja sampai waktunya bayi keluar secara alami..perkiraan dokter bunda melahirkan tanggal 13 agustus (usia kandungan tepat 40 minggu). Perlakuan dokter yang sangat baik dan dorongannya yang tinggi untuk melahirkan normal membuat bunda dan keluarga memilih untuk melahirkan di RS ini, bukan di klinik. Setiap minggu bunda kontrol ke dokter Neilvy, dan setiap kontrol itu pula kamu masih belum mau turun, bahkan 2 hari sebelum keluarpun kamu masih belum mau turun. Bunda disarankan banyak berjalan.

Detik-detik menegangkan
Subuh tanggal 12 Agustus 2009, bunda bermimpi perut bunda kempes&kamu sudah ada diluar. Ketika bangun bunda merasa ada cairan cukup banyak yang keluar..bunda segera ke kamar mandi dan mengecek celana, ternyata cairannya berwarna merah muda. Opa segera dibangunkan dan kami segera ke rumah sakit, eyang khawatir yang keluar adalah air ketuban. Namun saat di cek ternyata itu bukan air ketuban, tapi cairan vagina biasa..suster menyarankan utk pulang karena masih pembukaan 1..untuk kelahiran anak pertama rentang pembukaan 1-3 cukup lama sekitar 16-18 jam,sementara untuk melahirkan pembukaan mencapai pembukaan 10. Eyang putri meminta bunda nunggu di RS saja, eyang khawatir kalau pecah ketuban repot bawa ke RS-nya, meskipun RS tidak jauh dari rumah, tapi kalau siang kondisi jalanan macet..akhirnya bunda di rumah sakit aja menunggu..selama menunggu bunda jalan dan terus berjalan, sambil ditemani eyang&ayah yang akan menggosok punggung bunda setiap sakit karena kontraksi..selama berjalan bunda bertekad meminimalkan keluhan, sesakit apapun itu..bunda membaca doa-doa memohon pertolongan agar proses melahirkannya lancar dan bunda diberi kekuatan. Bunda berjalan kira-kira 22 jam, kontraksi yang mulanya terjadi beberapa jam sekali makin lama makin sering menjadi 1 menit sekali, tapi sakitnya masih bisa ditahan..dan tiap dicek pembukaannya selalu pembukaan 1, kamu masih bertahan diatas, ga mau turun :D jam 2 malam bunda memutuskan utk tidur di RS, ayah pulang karena ayah sakit pusing&panas (ayah sempet ga mau pulang, tapi bunda paksa, karena bisa makin parah sakitnya kalau ayah ga istirahat), jadilah bunda ditemani eyang putri&eyang eni. Kata eyang selama bunda tidur, bunda merintih terus. Jam 4.30 bunda bangun, eh..ternyata eyang kakung&eyang putri dari jakarta datang sambil bawain rumput fatimah supaya ngemudahin pembukaan (fungsinya mungkin sama kayak induksi, jangan digunakan sebelum pembukaan 3 katanya sih). Bunda mandi, setelah mandi bunda duduk-dudk ngobrol di teras..tiba-tiba ada cairan cukup banyak merembes..suster langsung memeriksa bunda..ternyata itu adalah air ketuban yang merembes (ketubannya belum pecah), dan bunda udah pembukaan 5. Bunda disuruh menunggu di ruang melahirkan. Saat itu eyang memberi bunda kuning telur 2 butir, madu, dan air rumput fatimah untuk energy karena bunda udah ga bisa nelen sarapan....mules di perut makin sering dan sakitnya terus meningkat..bunda berusaha nahan sakitnya dan ga ngeluh, tapi karna amat sangat sakit bunda akhirnya nangis sambil nahan sakit..saat itu ayah selalu ngasih semangat&eyang terus menerus gosok punggung bunda. Tiba-tiba ditengah2 sakit bunda rasanya pengen pup, kata dokter itu artinya bayi udah mau keluar..bunda dikasi instruksi untuk mengejan..alhamdulillah dengan 4 kali mengejan kepala kamu keluar dan kamu langsung menangis keras. Kamu langsung ditaruh di atas dada bunda sementara dokter menjahit..ngeliat kamu gerak-gerak bunda ga ngerasa sakit pas dokter menjahit, tiba-tiba saja dokter selesai melakukan tugasnya. Ayah meng-adzani kamu, eh..kamu malah tertidur lelap hehehe..kamu akhirnya diangkat dan dimandikan sambil di cek kesehatannya. Berat kamu saat lahir 3,25 kg, tinggi 52 cm dan Alhamdulillah sehat. Kamu lahir tanggal 13 Agustus 2009 jam 9.37.
Saat itu kebahagian menyelimuti kami semua :)

Sunday, November 08, 2009

Makna dibalik Nama

Ternyata cari nama itu gampang-gampang susah. Proses pemberian nama untuk anakku sempet bikin bingung aku, karena dari beberapa pilihan nama hanya satu yang bisa diterima sama semua anggota keluarga. Alasan penolakan nama-nama yang diajukan cukup beragam: ndeso lah, pasaran (suami sempet ngecek nama yang dipilih di google..karena dia ngerasa namanya terlalu pasaran, jadi ga mau anaknya mengalami nasib yang sama, hehe), ga sreg, kedengeran aneh dikuping, ada kenalan mereka yang punya nama itu bandelnya ga ketulungan/brengsek/dll. Beberapa hari menjelang kelahiran sempet panik belum nemu nama, akhirnya ketika kusodorkan nama Fulki Athhar Taqwim baru bisa diterima. Alhamdulillah..

Kenapa namanya pake bahasa arab? Karena buku nama-nama yang banyak ditoko diambil dari bahasa arab, jadi punya banyak sampel nama, hehe..Sebenernya ga pake bahasa arab juga gapapa, yang penting artinya bagus, karena nama itu nunjukin harapan orang tua yang sekaligus doa buat si anak. Suami sempet ngusulin pake bahasa sansekerta, tapi aku kurang sreg dengan contoh nama yang dia ajuin (mungkin karena aku cukup asing dengan bahasa itu ya).

Jadi, apa arti dari Fulki Athhar Taqwim? Ok, diliat dari kata perkata dulu..
Fulki artinya bahtera/kapal..ngerujuk ke Q.S 2:164 yaitu kapal yang berlayar dilaut dengan muatan yang bermanfaat bagi manusia..harapannya dia menjadi sebaik-baik hamba, yaitu yang bermanfaat bagi yang lain juga, bukan hanya baik untuk diri sendiri..
Athhar artinya lebih bersih/suci..Setiap bayi pasti punya potensi yang berbeda-beda, tapi ada satu kesamaan dari bayi-bayi tersebut: hati yang suci/bersih, dan kebersihan hati inilah yang harus dijaga sepanjang hidupnya...dengan nama ini harapannya dia menjalani hidup dengan bersih, sehingga ketika kembali pada-Nya dia memiliki hati yang lebih bersih dibandingkan saat bayinya..emang bisa, hati lebih bersih daripada saat bayi??bisa..dengan potensi akal yang dimiliki, manusia bahkan bisa lebih baik daripada malaikat
Taqwim. Menurut tafsir Al-Misbah karya Quraish Shihab di surat at-Tin, kata taqwim berakar dari kata qawama, yang darinya terbentuk kata qa’imah, istiqamah, aqimu dan sebagainya, yang keseluruhannya menggambarkan kesempurnaan sesuatu sesuai dengan objeknya. Kata taqwim dalam nama ini sebagai isyarat tentang keistimewaan dia sebagai manusia, yaitu akal, pemahaman, dan bentuk fisik. Jadi taqwim disini berarti bentuk fisik dan psikis yang sebaik-baiknya, yang menyebabkan dia sebagai manusia dapat melaksanakan fungsinya (:beribadah pada Allah) sebaik mungkin..

Makna nama Fulki Athhar Taqwim secara utuh: Kesempurnaan fisik dan psikis yang digunakan sebaik mungkin sehingga menjadikan dirinya semakin bersih/suci dan juga bermanfaat bagi lingkungannya..amin ya Rabbalalamin

Tuesday, October 20, 2009

Quotation..

Cinta adalah kebebasan dalam menentukan pilihan...Dua orang disebut saling mencinta ketika mereka mampu untuk hidup sendiri, namun memilih untuk hidup bersama...[Scott Peck]

Sebelum kita membuat keputusan atas profesi/karir yang ingin kita jalani, maka masih terbuka alternatif yang sangat luas yang dapat menjadi pilihan kita. Namun setelah kita memutuskan untuk terjun dalam satu profesi/karir, maka semestinya kita terjun secara mendalam, dan menjadi seorang ahli dibidangnya. [M Syafii Antonio, MEc]

Friday, October 16, 2009

Hidup dan Belajar

Dalam hidup kita akan menghadapi banyak pilihan. Manusia akan khilaf dalam memilih, itu tidak bisa dielakan. Akan tetapi, Tuhan, menurut Alquran, tidak mengharapkan kita menjadi sempurna. Sebagai gantinya, Dia menganugrahi kita dengan kemampuan untuk belajar dan mengambil hikmah dari kekeliruan kita. Alquran mengingatkan kita tentang bahaya dosa, tetapi juga menjelaskan bahwa jika seseorang menyadari kesalahan-kesalahannya, bertobat, beriman dan beramal saleh, maka Tuhan akan mengubah amal-amal destruktif yang telah dilakukannya menjadi menguntungkan (25:70)

Cerita aja..

Udah lebih dari 2 bulan punya bayi..Alhamdulillah seru :D meskipun untuk 2 minggu pertama agak shock juga, karena masih sakit2 luka bekas jaitan jadi ga bisa gerak bebas, dah gitu harus pake gurita ama stagen yg bikin gerak makin terbatas& gerah, trus belum bisa menyusui dengan lancar jadi payudaranya kenceng&sakit, mana putingnya juga berdarah karna lecet, ngerasa belum bisa jadi ibu yg baik buat bayi, tambah lagi ga bisa sholat..lengkap dah tekanan fisik & mental yg bikin 2 mgg pertama terasa sangat berat..mungkin agak hiperbol siy, karna klo dipikir2&dirasain sekarang yg kemaren itu ga perlu bikin stress (ya iyalah da sekarang udah terbiasa :p). Perlu diperhatiin buat ibu yg baru ngelahirin, ikatan antara ibu dan anak ga akan terjalin begitu aja, ada proses yang harus dijalani..semakin sering berinteraksi, ikatan ibu-anak semakin kuat (insya Allah)..

Bayi itu polos banget, kayaknya ga punya sakit hati/dendam, jadi ngerasa bersalah kalo abis kesel ama bayi, karna dianya tetep ketawa2 aja..Ceritanya seminggu belakangan aku mulai balik ke kamarku sendiri yang ada di lantai 2, tapi kalau siang bayiku tetep ditaro dikamar bawah (selama 2 bulan setelah melahirkan aku tukeran kamar, aku nempatin kamar di lantai bawah). Sejak pindah kamar, kalau malem bayi kecil bergadang terus semaleman, dia baru tidur menjelang subuh..hal ini dah berlangsung seminggu..karna tiap malem bergadang, badanku cape. Nah tadi malem bayi kecil bergadang lagi, kesabaranku rasanya berkurang, aku sedikit membentak dia karna ga tidur2, dia nunjukin wajah mau nangis karna dibentak, akhirnya karna takut nangis&bangunin orang lain aku ajak dia ngomong eh malah ketawa2 kesenengan dikira ngajak maen kali ya (padahal ngomongnya tu ngebujuk supaya dia mau tidur)..Pagi harinya didiskusikanlah bareng umi sebab dia ga mau tidur malaem, kesimpulan yg paling memungkinkan: dia kepanasan ama ruangan&kasur si kamar atas (kamar bawah emang lebih adem&kasurnya pake kapuk jadi jelas lebih adem disbanding kasur busa)..deg..langsung ngerasa sedih karna sempet kesel&marahin bayi kecil, padahal selama seminggu ini dia jg menderita kepanasan&ga bisa tidur, tapi dia ga nangis(hanya nyusu terus), malah masih selalu ngasi senyumnya meski tampangku jutek..maaf ya sayang :x

Intinya, ngadepin bayi harus ekstra sabar..bayi ga pernah punya niatan jelek, malah dia akan selalu memberikan senyumnya meski yang sedang dihadapi adalah kekesalan/kemarahan ibunya..yang ada, ibunya kurang bisa memahami apa maunyanya si bayi, jadi jangan dulu marah ke bayi, supaya ga nyesel

Kebaikan pada Manusia

Mengapa Allah tidak menciptakan manusia sebagai mahluk yang lebih mulia lagi, mahluk seperti para malaikat?

Kebaikan tidak bisa eksis pada seorang mahluk ditataran yang sangat tinggi jika ia begitu saja diprogramkan ke dalam diri mahluk itu. Kebaikan, jika diprogramkan bukanlah kebaikan sejati sebagaimana yang kita pahami, melainkan sesuatu yang lain. Kita dapat memprogram computer supaya selalu benar, tetapi kita tidak bisa mengatakannya sebagai komputer yang benar. Kita tidak menganggap stetoskop sebagai penyayang meskipun ia membantu orang sakit. Al-Quran menghadirkan para malaikat sebagai mahluk tanpa kehendak bebas, tetapi manusia mampu bangkit sampai pada ketinggian yang jauh melampaui mereka atau tenggelam dalam kerendahan yang jauh dibawah mereka.

Kebaikan adalah konsep yang abstrak dan sulit didefinisikan. Tetapi, bisa disepakati, supaya kebaikan bertambah paling tidak dibutuhkan 3 hal:
1.Kehendak bebas atau kemampuan untuk memilih
2.Intelek, sehingga seseorang mampu menimbang konsekuensi dari pilihan-pilihannya dalam mengambil pelajaran darinya
3.Penderitaan dan kesulitan

Alquran sungguh-sungguh menekankan ketiga aspek tersebut ketika membahas evolusi spiritual manusia. Misalnya, bertambahnya sifat kasih sayang tidak mungkin tanpa melalui pengalaman menderita. Sifat ini juga menuntut adanya pilihan: kemampuan untuk memilih mengulurkan tangan kepada yang membutuhkan atau mengabaikannya. Intelek penting agar orang mampu menilai seberapa besar dirinya akan terlibat dalam menunjukan kasih sayang kepada orang-orang yang menderita.

Dari buku "bahkan malaikatpun bertanya", Jeffrey Lang

Monday, August 31, 2009

Jenuh..

Terlalu sibuk nuntut&ngurusin kewajiban org lain
Padahal tanggung jawab&kewajiban sndr yg harus dijalanin masiy banyak
Kalo sadar hal itu, seharusnya hidup jadi selalu dinamis
Karena kewajiban dan tanggung jawab itu sendiri berlomba dengan waktu
Dan waktu yang kita miliki hanyalah "saat ini"
Ga ada yang sia-sia/remeh..selama kita melakukannya dengan ikhlas

Cheer up girl :)